Blognya Fendi a.k.a chencrb

February 1, 2011

Perjalanan pertama ke luar negeri

Filed under: Fotografi,Traveling — chencrb1905 @ 1:28 am
Tags: , , , , , ,

Blue Hour @ singapore

Mengawali tahun 2011 saya mendapat kesempatan untuk berlibur ke beberapa negara, ini merupakan perjalanan pertama saya ke luar negeri.

Resah, takut, senang, dll itulah perasaan yang saya rasakan sebelum berangkat ke negara tujuan yaitu Singapore dan Malaysia. Maklum ini pertama kalinya saya melakukan perjalanan ke luar negeri, oleh karena itu saya merasa resah dan takut karena banyak cerita yang mengatakan “Jangan bawa tas bermerek yang palsu nanti bermasalah di bagian imigrasi” atau “Jangan bawa lebih dari 2 bungkus rokok ke luar negeri karena akan didenda”. Saya pun sempat berkonsultasi dengan beberapa teman saya yang pernah melakukan perjalanan ke luar negri, meskipun teman saya mengatakan tidak perlu memikirkan hal2 tersebut tapi tetap saja saya merasa tidak tenang.

Saya sudah mempersiapkan segala sesuatu sebelum saya berangkat ke Singapore dan Malaysia, mulai dari tempat2 yang akan saya kunjungi, transportasi disana, penginapan, tiket pesawat, tiket masuk wahana permainan, peta, mata uang dan segala informasi yang berkaitan dengan perjalanan saya ke negara tersebut.

Singapore adalah Negara yang pertama kali saya kunjungi. Begitu saya menginjakan kaki pertama kali di negara tersebut, saya sangat senang dan sangat mengaguminya. Semua serba canggih mulai dari toilet yang serba otomatis, transportasi masal yang canggih, sangat bersih kotanya, aman, bebas polusi, tertib, dan banyak hal2 kecil yang membuat saya kagum. Mungkin bagi sebagian orang yang sering ke Singapore adalah hal yang biasa saja, tapi bagi saya yang baru pertama kali ke luar negeri apalagi ke Singapore, saya begitu terkesan dengan negara tersebut.

Kesempatan yang tidak akan saya lewatkan adalah motret. Setibanya di Singapore dan menaruh barang2 di hostel, saya pun langsung menuju ke tempat (Esplanade dan Merlion Park) dimana saya akan melakukan pemotretan pada saat “Blue Hour”.

Twin Tower @ Kuala Lumpur - Malaysia

Negara kedua yang saya kunjungi adalah Malaysia. Tidak banyak hal yang saya lakukan di negara ini selain mengunjungi Menara Petronas dan berwisata kuliner di negara ini. Kesan pertama saya pada negara tersebut biasa saja tidak ada yang spesial (kurang lebih sama seperti Indonesia). Saya lebih senang Singapore dibandingkan Malaysia karena warga Singapore lebih ramah, kotanya lebih bersih, lebih tertib, lebih nyaman, lebih aman.

Perjalanan berikutnya yang sudah saya targetkan berikutnya adalah Thailand, semoga tercapai di tahun 2011

July 20, 2010

wordpress dengan Blackberry

Filed under: My Gadget — chencrb1905 @ 3:58 pm

Blackberry merupakan perangkat selular yang saat ini sedang menjamur karena menyediakan berbagai kemudahan dalam berselancar internet. Blackberry juga menyediakan layanan Push E-mail, IM, dan berbagai Social Networking yang sangat memudahkan dalam hal pekerjaan dan menjalin pertemanan. Tapi yang membuat saya tertarik adalah wordpress. Bagi para blogger khususnya wordpress, ini sangat memudahkan saya untuk menulis berbagai hal di wordpress yang sedang saya jalanin. Sebelumnya saya hanya menulis di wordpress saat saya sedang online menggunakan komputer. Sekarang saya dapat menulis di wordpress kapan saja, dimana saja menggunakan blackberry. Semoga dengan adanya layanan ini, saya dapat menulis lebih sering lagi.

Posted with WordPress for BlackBerry.

May 8, 2010

Secangkir teh hangat

Filed under: Fotografi,Kuliner — chencrb1905 @ 2:28 am

 

chinese tea

 

“Bangsa Cina telah minum teh selama 5000 tahun untuk kesehatan dan kenikmatan. Asal mula teh pada awalnya masih merupakan legenda. Salah satunya adalah cerita tentang Kaisar Shen Nung. Pada suatu hari, ketika Kaisar Shen Nung akan minum air mendidih, beberapa daun dari pohon yang menjuntai tertiup angin dan jatuh ke panci berisi air rebusan yang tak menyerupai air tersebut. Sang Kaisar ingin tahu dan memutuskan untuk mencicipi air rebusan yang tak menyerupai minuman tersebut. Kaisar pun merasakan air itu sedap dan menyehatkan tubuh. Sementara legenda dari India menghubungkan penemuan teh dengan biarawan Bodhidharma. Setelah bertapa selama 7 tahun, beliau sangat lelah. Dalam keputusasaan beliau hendak mengunyah beberapa daun yang tumbuh di sekitar tempatnya. Ternyata setelah dikunyah, ia merasa segar kembali.

Pada awal abad ke-9, di Jepun seorang biarawan yang baru pulang dari pengembaraannya, bernama Dengyo Daishi membawa biji tanaman teh dari Cina. Sjak saat itulah teh dikenal di Jepang. Pada abad ke-17, pedagang dari bangsa Belanda dan Portugis pertama kali memperkenalkan teh ke Eropah. Bangsa Rusia merupakan penggemar awal teh di Eropah. Teh yang mereka konsumsi datang melalui jalur darat dari Cina memakai kereta yang ditarik oleh unta.” (sumber dari http://ms.wikipedia.org/wiki/Teh)

Teh???  Ya, sejak kecil saya tidak lepas dari minuman ini. Teh merupakan minuman favorit saya sejak kecil, mulai dari teh lokal, teh jepang (ocha) sampai chinese tea yang rasanya pahit. Mungkin slogan yang cocok buat saya adalah “apapun makanannya, minumnya teh tawar hangat”. Itu karena setiap saya makan pasti saya selalu minum teh. Beberapa tahun terakhir ini saya lebih menyukai chinese tea karena aromanya yang lebih harum dan rasanya lebih pahit di lidah.

Banyak manfaat dan khasiat yang terkandung di dalam teh, salah satunya sebagai anti oksidan.

April 30, 2010

Kebal tilang atau kebal nyawa?

Filed under: Fotografi — chencrb1905 @ 8:54 pm

Beberapa hari yang lalu sahabat saya dari Jakarta datang ke kota kelahirannya sendiri yang juga kota dimana saya dibesarkan yaitu Cirebon.
Kedatangannya kali ini karena ada urusan pemotretan dalam suatu resepsi pernikahan, singkat cerita saya sempat bertemu dengan dia dan berbincang banyak hal tentang fotografi. Sahabat saya memberikan banyak tips, pengetahuan, dan memperlihatkan beberapa perlengkapan fotografi yang dia miliki. Salah satu tips yang sedang saya pelajari kali ini adalah cara memotret objek bergerak seperti kendaraan atau yang dikenal dengan istilah foto “Panning”.
Setelah mendapatkan beberapa tips, beberapa hari kemudian saya mencoba untuk mempraktekkan tips yang dia berikan. Foto yang saya tampilkan diatas adalah salah satu dari sekian banyak foto yang saya ambil dan menurut saya yang paling baik. Karena ternyata tidaklah mudah untuk foto panning. Membutuhkan kesabaran dan konsentrasi yang tinggi untuk mendapatkan hasil yang baik.

Lalu apa kaitannya dengan judul yang saya tulis diatas?
Saya sudah beberapa bulan ini meninggalkan kota Bandung dan pulang ke kota Cirebon. Tidak seperti kota-kota besar di tanah air, kota Cirebon ini adalah kota kecil yang penduduknya tidaklah sebanyak Jakarta ataupun Bandung. Dan untuk urusan di jalan raya (khususnya pengendara sepeda motor), kota Cirebon sangat berbeda dengan kota Jakarta ataupun kota Bandung yang cenderung ketat atau sangat mematuhi aturan memakai helm bahkan kewajiban memakai helm standart SNI sudah mulai gencar diterapkan. Tapi di kota Cirebon, pengendara sepeda motor yang tidak memakai helm (seperti foto diatas) sangat mudah kita jumpai di sepanjang jalan dan tidak ada satupun anggota polisi yang menegur ataupun menilang pengendara yang melanggar aturan tersebut.

Padahal apa susahnya menggunakan helm, selain agar tidak ditilang polisi, fungsi utama memakai helm adalah sebagai pelindung kepala. Saya pernah dibuat heran melihat penggendara sepeda motor didepan saya tidak memakai helm(hanya dipegang/ tidak digunakan di kepala),  dan kebetulan ada seorang anggota polisi yang menyalip motor saya dan berada tepat dibelakang pengendara motor yang tidak memakai helm. Saya menyangka pengendara motor tersebut pasti kena tilang, tapi tebakan saya ternyata salah. Sang polisi tidak menilang ataupun menegur pengendara sepeda motor tersebut tapi hanya diam dan berbelok menuju pos jaga. Sepertinya pengguna sepeda motor di kota Cirebon ini sangat “sakti” karena mereka kebal tilang atau bisa jadi kebal nyawa?

September 17, 2009

DEPTH OF FIELD (DoF)

Filed under: Fotografi — chencrb1905 @ 12:55 am

Hunting kali ini saya mencoba permainan “Very shallow depth of field” atau yang biasa disebut ruang tajam yang sangat sempit. Dengan menggunakan lensa Canon EF 50mm f/1.8 II ini saya lebih tertarik dengan permainan ruang tajam yang sangat sempit agar dihasilkan blur pada background maupun pada foreground. Blur inilah yang biasa dalam dunia fotografi dikenal dengan sebutan BOKE/BOKEH (berasal dari bahasa jepang).

Depth of Field (DoF) adalah daerah ketajaman gambar yang terekam dan terlihat pada hasil foto.  Beberapa faktor yang menentukan ruang tajam (DoF) yaitu:

  1. Bukaan Diafragma. Semakin kecil bukaan diafragma yang digunakan maka akan semakin luas ruang tajam yang dihasilkan dan sebaliknya.
  2. Jarak pemotretan. Semakin jauh jarak pemotretan maka ruang tajam yang dihasilkan pun semakin luas dan sebaliknya.
  3. Panjang fokus lensa. Semakin besar panjang fokus lensa, semakin sempit ruang tajamnya dan sebaliknya. Mengenai hal ini, pembesaran gambarlah yang lebih berperan di mana semakin gambar diperbesar, akan semakin memperjelas perbedaan antara daerah gamabr yang masih tajam dan yang tidak (blur).

Tapi sebenarnya hanya poin pertama dan kedua saja yang lebih mempengaruhi ruang tajam (DoF) pada foto yang di rekam. Berikut adalah hasil permainan ruang tajam yang sangat sempit (very shallow depth of field):

(Canon EOS 1000D) Focal Length 50 mm, ISO 400, 1/200 sec, F1.8, +0.0 EV, EF 50mm F1.8 II

(Canon EOS 1000D) Focal Length 50 mm, ISO 400, 1/200 sec, F1.8, +0.0 EV, Lens Canon EF 50mm f/1.8 II

(Canon EOS 1000D)

(Canon EOS 1000D) Focal Length 50 mm, ISO 400, 1/160 sec, f1.8, +0.0 EV, Lens Canon EF 50mm f/1.8 II

(Canon EOS 1000D)

(Canon EOS 1000D) Focal Length 50 mm, ISO 100, 1/400 sec, f1.8, +0.0 EV, Lens Canon EF 50mm f/1.8 II

September 2, 2009

Gempa bumi 7,3 SR di Tasikmalaya

Filed under: Fotografi,News — chencrb1905 @ 6:28 pm
Sesaat setelah gempa,orang-orang mulai berhambuhan keluar rumah

Sesaat setelah gempa,orang-orang mulai berhambuhan keluar rumah

Kebetulan saya dan beberapa rekan saya merencanakan untuk hunting foto hari ini dan saya sedang menunggu di rumah salah satu rekan saya untuk  dijemput dengan mobil oleh rekan saya yang lain. Ketika sedang berbincang-bincang dan rekan saya sedang memotret, tiba-tiba terasa goncangan pertama pelan tapi sangat dirasakan oleh saya dan kemudian goncangan berikutnya terasa lebih kencang dan membuat semua yang sedang berada di teras rumah rekan saya panik begitupula tetangga-tetangga yang berada disekitar rumah rekan saya berhamburan keluar rumah dan berteriak GEMPA, GEMPA !! Ini adalah pengalaman kedua saya dengan gempa bumi, tapi kali ini benar-benar sangat panik karena sangat kencang  sekali goncangan. Gempa yang saya rasakan di Bandung pukul 14.55 WIB dan sesaat setelah gempa, saya menyalakan TV di rumah rekan saya untuk mencari informasi mengenai gempa tadi. Metro TV langsung menayangkan breaking news mengenai informasi gempa. Pusat gempa berada di laut  142km barat daya Tasikmalaya dengan magnitude 7,3 Scala Richter pada kedalaman 30km dan berpotensi terjadi tsunami. Menurut informasi yang saya dapat, gempa pada pukul 14.55 WIB tadi dirasakan juga di Jakarta hingga Bali dan memakan korban jiwa baik yang meninggal dunia maupun yang terluka.

*)Sumber data gempa:

http://www.bmg.go.id/60gempa.bmkg?Jenis=URL&IDS=9279258135813849788

August 30, 2009

Mr. Tedy’s Farewell Party

Filed under: Fotografi,Kuliner — chencrb1905 @ 12:47 am

Page_1

Page_2

Page_3

Page_4

Page_5

August 28, 2009

Lensa Canon EF 50mm f/1.8 II

Filed under: Fotografi,My Gadget — chencrb1905 @ 3:21 pm
Canon EF 50mm f/1.8 II

Canon EF 50mm f/1.8 II

Sebelum membeli test dulu, ternyata bokehnya bagus

Sebelum membeli test dulu, ternyata bokehnya bagus

air mancur

Sudah dari dulu saya sangat menginginkan sebuah lensa yang berkecepatan tinggi, setelah melihat hasil jepretannya di internet. Lensa yang menjadi incaran saya adalah Canon EF 50mm f/1.8 II, mengapa saya memilih lensa tersebut? Selain harga yang terjangkau, lensa ini memiliki kecepatan tinggi yang ditandai dengan bukaan diafragma yang cukup besar yaitu f/1.8.

Dengan lensa bukaan besar, foto yang dihasilkan akan menghasilkan blur yang lebih bagus lagi atau biasa disebut dengan istilah jepang yaitu Bokeh. Selain itu juga lensa ini sangat membantu sekali jika memotret dengan keadaan cahaya minim, karena dengan bukaan yang cukup besar,  kecepataan yang dihasilkan pun cukup cepat sehingga terhindar dari blur pada objek yang disebabkan oleh goyangan tangan saat memotret. Lensa jenis 50mm ini sangat cocok untuk foto potrait karena focal length yang hanya 50mm dan lensa ini merupakan jenis lensa fixed.

August 20, 2009

Bahaya kantong plastik “kresek”

Filed under: News — chencrb1905 @ 6:56 pm

Apakah anda sering kali menggunakan kantong plastik “kresek” saat anda berbelanja terutama makanan? Jika jawabannya “Ya”, maka mulai sekarang sebaiknya hindari memakai kantong plastik “kresek” terutama pada makanan siap saji kalau anda memang peduli terhadap kesehatan anda. Ada baiknya jika anda membawa kantong belanja sendiri yang lebih higienis karena selain menjaga kesehatan, anda juga menjaga lingkungan dengan mengurangi sampah plastik yang membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai.

Hindari pemakaian kantong kresek mulai sekarang.

Hindari pemakaian kantong kresek mulai sekarang.

Bulan lalu tepatnya tanggal 14 Juli 2009 Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan “Public Warning” tentang kantong plastik “kresek”, yang isinya sebagai berikut:

  1. Kantong plastik kresek berwarna terutama hitam kebanyakan merupakan produk daur ulang yang sering digunakan untuk mewadahi makanan.
  2. Dalam proses daur ulang tersebut riwayat penggunaan sebelumnya tidak diketahui, apakah bekas wadah pestisida, limbah rumah sakit, kotoran hewan atau manusia, limbah logam berat, dll. Dalam proses tersebut juga ditambahkan berbagai bahan kimia yang menambah dampak bahayanya bagi kesehatan.
  3. Jangan menggunakan kantong plastik kresek daur ulang tersebut untuk mewadahi langsung makanan siap santap.
  4. Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut dapat menghubungi Unit Layanan Pengaduan Konsumen Badan POM RI dengan nomor telepon 021-4263333 dan 021-32199000 atau e-mail ulpk@pom.go.id dan ulpkbadanpom@yahoo.com atau melihat di website Badan POM, www.pom.go.id
  5. Demikian peringatan ini disampaikan untuk disebarluaskan.

Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi anda semua yang peduli terhadap kesehatan, karena nilai kesehatan kita sangatlah berharga.

Sumber dari: BPOM Public Warning

August 16, 2009

Lupa lagu “Indonesia Raya”, pertanda buruk???

Filed under: News — chencrb1905 @ 1:34 am
Rapat Paripurna

Rapat Paripurna

Tak Ada Lagu Indonesia Raya, Sekjen DPR Minta Maaf
Jumat, 14 August 2009 15:28 WIB

Jakarta, (tvOne)

Sekjen DPR RI Nining Indra Saleh meminta maaf atas tidak dinyanyikannya lagu kebangsaan “Indonesia Raya” pada pembukaan Rapat Paripurna DPR yang beragendakan Pidato Kenegaraan Presiden RI.

“Memang ada yang terlewatkan dalam rapat itu,” ujar Nining saat konferensi pers di ruang wartawan DPR Jakarta, Jumat.

Ditegaskannya bahwa acara kenegaraan yang rutin dilakukan setiap Agustus itu sebenarnya telah mendapat perhatian penuh jajaran Sekjen DPR RI sebagai pelaksana teknis perhelatan tersebut.

“Kami menyadari pidato ini adalah acara kenegaraan yang dihadiri pula oleh perwakilan negara sahabat dan juga pimpinan lembaga negara lainnya. Karena itu, kesekretariatan jenderal terus melakukan pengecekan untuk setiap detil pelaksanaannya. Kami mohon maaf karena ternyata tetap ada kekurangan,” ujarnya.

Nining mengatakan, baik jajaran kesekretariatan jenderal DPR maupun pimpinan DPR mempunyai tanggung jawab masing-masing dalam acara itu. Dalam konteks kealpaan menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” di awal acara itu, menurut Nining, pihaknya tidak ingin saling menyalahkan.

Sekjen DPR berjanji bahwa kelemahan itu akan menjadi catatan penting untuk penyempurnaan penyelenggaraan acara-acara kenegaraan pada masa-masa mendatang.

Sebelumnya dalam acara sidang paripurna DPR yang beragendakan Pidato Kenegaraan Presiden RI dalam rangka Peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan ke-64, lagu kebangsaan “Indonesia Raya” hanya dikumandangkan sekali, yakni pada penutupan acara tersebut.

Berdasarkan aturan protokoler, lagu kebangsaan itu dikumandangkan sebanyak dua kali, yakni pada saat Presiden dan Wapres RI tiba di ruang sidang dan selanjutnya di akhir acara, pada saat keduanya hendak meninggalkan ruangan. (ant).

DPR RI menyelenggarakan rapat paripurna pada Jumat (14/8) dengan agenda Pembukaan Masa Sidang ke-1 Tahun Sidang 2009-2010 dan penyampaian pidato kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam rangka menyambut HUT ke-64 Proklamasi Kemerdekaan RI. Ada hal menarik dalam Rapat Paripurna kali ini, biasanya dalam setiap rapat yang dihadiri Presiden pasti selalu dikumandangkan lagu kebangsaan  “INDONESIA RAYA” tetapi dalam rapat kali ini bukan lagu kebangsaan “INDONESIA RAYA” yang dikumandangkan melainkan lagu “MENGHENINGKAN CIPTA” (lagu ini biasanya dikumandangkan untuk mengenang jasa pahlawan yang gugur).

Hal ini mengingatkan saya pada kejadian serupa saat mendiang Presiden (Alm.) H. Soeharto  akan dilantik kembali menjadi Presiden RI pada tahun 1998. Ketika pak Harmoko selaku ketua DPR/MPR mengetukkan palu pertanda Sidang MPR ditutup, “kepala palu” tiba-tiba patah dan terlempar ke depan di hadapan jajaran anggota MPR yang terhormat. Menurut pak Harmoko, kejadian tersebut merupakan kejadian pertama kali sepanjang sejarah Indonesia dan itu merupakan “Isyarat Alam”.  Terbukti dengan lengsernya (Alm.) H. Soeharto tepat 70 hari setelah peristiwa “palu patah”.

Kesalahan yang dilakukan menurut Ketua MPR Agung Laksono merupakan ketidaksengajaan. Lalu apakah kejadian tanggal 14 Agustus 2009 di rapat paripurna DPR merupakan “Isyarat Alam”? Apakah hal tersebut pertanda buruk bagi bangsa Indonesia?

*)Sumber berita: http://www.tvone.co.id/berita/view/20209/2009/08/14/tak_ada_lagu_indonesia_raya_sekjen_dpr_minta_maaf

Next Page »

Theme: Rubric. Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.