Klarifikasi tanggal 29 mei 2009 :
Sebenarnya sejak kemarin saya sudah membuat draft tulisan untuk saya muat di surat pembaca pada sebuah surat kabar di Bandung dan akan saya kirimkan pada hari senin depan. Karena awalnya saya merasa kenapa tidak ada pihak Jonas yang angkat bicara tentang masalah yang saya alami ini sampai kemarin. Akhirnya hari ini tanggal 29 mei 2009, pertama saya dihubungi oleh Ibu Santi (Supervisor Jonas BSM) dan menanyakan perihal ketidakpuasan yang saya tulis di internet (fotografer.net). Ibu Santi pun meminta maaf pada saya dan mengatakan bahwa beliau mendapat teguran keras dari atasannya. Sebelumnya saya sudah membicarakan hal tersebut secara baik-baik dengan Ibu Santi dan sebenarnya saya hanya mau mendapatkan penjelasan yang jelas dari pihak Jonas Photo dalam hal ini kepada Ibu Santi, tapi Ibu Santi tidak memberikan sebuah penyelesaian dengan menghubungi pihak datascrip, beliau hanya bilang kalau kamera tersebut baru dan didapat dari pihak datascrip. Tetapi yang saya tanyakan pada saat itu kenapa bisa sampai 160? kalau hanya 50 atau dibawah 100 saya masih bisa memaklumi hal tersebut, karena adanya quality control dari pihak datascrip sebelum melepas kamera tersebut ke toko-toko. Saya merasa itu bukanlah jawaban yang saya inginkan.
Lalu HP saya berdering kembali, kali ini dari pihak Jonas Banda yang menghubungi saya dan meminta untuk bertemu langsung dan membicarakan secara baik-baik. Inilah yang saya tunggu-tunggu dari kemarin, karena saya mau diselesaikan secara baik-baik. Akhirnya pihak Jonas Banda yang diwakilkan oleh Ibu Lindra Cecoi, Ibu Dewi Murni dan Bapak Tri pun datang ke Jonas Banda untuk menemui saya dan membicarakan hal tersebut. Disana saya menceritakan kronologis kejadiannya dan membahas soal SC yang saya dapati telah 160. Mereka pun memberikan beberapa penjelasan dan menawarkan niat baik untuk mencek SC kamera saya pada pihak datascrip, Selain itu pun mereka meminta maaf atas kejadian yang menimpa saya.
Dipertengahan pembicaraan saya dengan pihak Jonas Banda, HP saya berdering lagi dan kali ini dari pihak datascrip(karena sebelumnya saya SMS pihak datascrip untuk menanyakan tentang SC tersebut). Saya berbicara dengan Bapak Andri dari pihak datascrip dan beliau memberikan penjelasan bahwa software yang saya dapatkan di internet tersebut sangat valid dan akurat untuk menghitung SC dengan catatan kamera tersebut sudah DIGIC III. Setelah saya menutup pembicaraan dengan Bapak Andri, saya langsung menjelaskan apa yang dijelaskan pihak datascrip pada saya tadi. Ibu Lindra Cecoi pun berjanji akan membicarakannya dengan pihak datascrip.
Sebenarnya masalah SC bukan sesuatu yang sangat mengganjal bagi saya kalau saja sejak pertama tidak ada masalah dengan memory 4GB tersebut. Bagi saya kejujuran itulah yang saya utamakan disini, dan bukan masalah bonus memory 4GB. Oleh sebab itu saya pun menaruh curiga atas kamera yang saya beli dengan mencek SC pada kamera tersebut yang ternyata sudah 160.
Sekarang semua masalah sudah dibicarakan dengan baik, dan saya pun menerima dengan senang hati itikad baik dari Jonas Photo. Dan sekali lagi saya mengucapkan TERIMAKASIH pada Ibu Lindra Cecoi, Ibu Dewi Murni dan Bapak Tri yang sudah meluangkan waktunya untuk menyelesaikan masalah ini. Juga kepada Ibu Santi, Ibu Erni dan seluruh karyawan Jonas Photo BSM saya meminta maaf, karena dengan adanya tulisan saya di internet membuat anda sekalian mendapat teguran dari atasan anda, khususnya pada Ibu Santi yang beliau bilang telah mendapatkan SP1 dari atasan anda. Sebenarnya dari awal saya tidak berniat jahat ataupun menjatuhkan anda dengan membuat tulisan di internet. Yang saya inginkan hanya KEJUJURAN.
SUKSES SELALU UNTUK JONAS PHOTO BANDUNG DAN TINGKATKAN TERUS PELAYANAN YANG NYAMAN PADA PELANGGANNYA !!!




