Blognya Fendi a.k.a chencrb

August 30, 2009

Mr. Tedy’s Farewell Party

Filed under: Fotografi, Kuliner — chencrb1905 @ 12:47 am

Page_1

Page_2

Page_3

Page_4

Page_5

June 30, 2009

Konro bakar yang sangat menggoda…

Filed under: Kuliner — chencrb1905 @ 7:47 pm
Konro Bakar RM. Sulawesi

Konro Bakar RM. Sulawesi

Pesen konro bakar 1 porsi + nasi putih…

Konro bakar merupakan masakan asli Indonesia yang berasal dari tradisi Bugis dan Makassar. Konro bakar ini terdiri dari daging iga sapi yang masih menempel pada tulangnya lalu dibakar dan disajikan dengan kuah dengan warna coklat kehitaman yang diolah dengan rempah-rempah dan ditambah dengan sambal bumbu dan sambal untuk kuah + jeruk lemon. Hmm… rasanya menurut saya sangat unik dan membuat saya penasaran untuk mencobanya beberapa kali.  Di bandung saya sudah mencoba beberapa tempat yang menyajikan menu konro bakar ini dan menurut saya konro bakar dari Rumah Makan Sulawesi (di jalan setiabudi-Bandung) yang paling enak dan sangat terasa rempah-rempahnya. Sudah beberapa kali saya makan konro bakar di tempat ini dan rasanya pun masih tetap sama dan membuat saya ketagihan. Bagi anda yang ingin mencoba masakan dengan rasa bumbu rempah-rempah yang sangat enak ini, saya sarankan anda mencoba konro bakar ini.

Selamat berwisata kuliner…

June 28, 2009

“Seafood Cilaki” again..

Filed under: Fotografi, Kuliner — chencrb1905 @ 11:31 pm

Page_1Page_2

May 20, 2009

Mie “Tek-Tek” yang hampir punah

Filed under: Fotografi, Kuliner — chencrb1905 @ 11:56 pm

Page_1

Page_2

Baru saja saya menikmati sepiring mie tek-tek goreng langganan saya. Mengapa disebut “Mie Tek-Tek”? Karena sang penjual mie ini menjajakan dagangannya sambil berjalan dan memukul alat penggorengannya sehingga menghasilkan suara “tek.. tek.. tek…”. Kalau sudah ada suara itu berarti pedagang mie tek-tek sedang mencari pembeli. Mie tek-tek ini berbeda dari yang lain dan masih terlihat keasliannya, mengapa saya bilang berbeda dan asli?

Mie tek-tek sekarang umumnya sudah lebih modern karena menggunakan kompor minyak tanah atau kompor gas, selain itu juga sekarang sudah menggunakan gerobak dorong. Nah mie tek-tek yang saya makan ini adalah yang asli, karena dulu waktu saya masih kecil, saya suka makan mie tek-tek ini. Saya awalnya pun kaget setelah menemukan lagi mie tek-tek yang asli ini di bandung, karena mie tek-tek jenis ini sudah sangat langka sekarang. Saya pikir sekarang jaman sudah berubah dan sudah tidak akan ditemukan lagi karena sekarang rata-rata sudah menggunakan kompor minyak tanah atau gas. Mie tek-tek yang asli bisa dilihat dari cara memasaknya yang digoreng atau direbus diatas kompor yang menggunakan arang, selain itu juga bentuk gerobaknya pun masih kecil dan dipanggul. Memang berbeda rasanya, rasa yang dihasilkan pun lebih enak dan gurih ditambah aroma mie yang khas karena hanya dimasak menggunakan bantuan arang.  Benar-benar bisa membuat saya ketagihan, selain itu juga harganya pun masih tergolong murah, saya cukup merogoh kocek sebesar Rp 6.000,-  saja untuk menikmati sepiring mie tek-tek yang asli dan langka ini.

March 26, 2009

Kontroversi nama “Budha Bar”

Filed under: Kuliner, Uncategorized — chencrb1905 @ 6:17 pm
Patung Budha di Budha Bar Restaurant

Patung Budha di Budha Bar Restaurant

Sebelumnya saya telah melihat di sebuah majalah bahwa telah dibuka sebuah restoran (waralaba asal Perancis) di kawasan bergengsi Jalan Teuku Umar, Jakarta. Yang bikin saya terkejut adalah terdapat sebuah Patung Budha besar di dalam restoran tersebut. Pertama-tama yang saya pikirkan adalah kok berani sekali  sebuah restoran memajang ornamen/simbol agama sebagai hiasan di restorannya? Pasti akan ada berita heboh yaitu demo dari umat Budha.

Ternyata benar sekali dugaan saya, akhir-akhir ini terjadi demo protes dari kalangan pemeluk umat Budha menyangkut nama Budha dan Patung Budha yang digunakan sang pemilik restoran tersebut. Dari berita yang saya baca melalui media internet, bahwa Budha Bar yang lisensinya dipegang oleh PT. Nireta Vista Creative ini adalah restoran yang pertama kali buka di wilayah Asia setelah sebelumnya ditolak keberadaannya di beberapa negara di Asia dan menurut kabar yang beredar di internet diduga pemilik Budha Bar Indonesia merupakan Anak Mantan Presiden dan Anak Mantan Gubernur DKI Jakarta (tapi keduanya membantah hal tersebut). Pelecehan terhadap suatu agama dalam beberapa tahun ini menjadi isu hangat, kini giliran pemeluk agama minoritas yang dibuat kesal tapi yang saya lihat sih beritanya tidak begitu heboh seperti kasus-kasus pelecehan terhadap agama mayoritas. Saya pribadi sih sangat menyesalkan pemerintah Indonesia yang kurang memperhatikan golongan minoritas dan menyesalkan atas pemberian ijin usaha Budha Bar, yang jelas-jelas sudah melecehkan agama Budha. Kata-kata “BAR” saja sudah memiliki konotasi yang negatif apalagi dengan menempatkan sebuah ornamen/simbol agama di tempat yang tidak semestinya. Benar-benar jaman sudah berubah, negara ini sudah tidak lagi memperhatikan asas hormat-menghormati antar umat beragama dan rasa persaudaraan antar umat beragama. Saya pribadi sih berharap pemerintah tidak berlarut-larut dalam menyelesaikan masalah ini, dan tidak pandang bulu. Bagaimana jadinya kalau kasus ini terjadi pada agama mayoritas? Wah bisa panjang urusannya, bisa-bisa restoran tersebut mungkin sudah rata dengan tanah. Apakah anda mendukung protes yang dilancarkan oleh umat Budha terkait kasus nama “Budha Bar”?

March 16, 2009

Sang Pelacur yang panas dan nikmat.

Filed under: Kuliner — chencrb1905 @ 8:05 am
Soto Pelacur

Soto Pelacur

Keripik Pelacur

Keripik Pelacur

Hari ini saya kebetulan libur kerja, dan berkunjung ke rumah rekan saya Yohan Setiadi. Dari pagi saya belum sempat makan, perut terasa sangat lapar. Kebetulan rekan saya menawarkan untuk makan soto yang dibuatnya sendiri, ya saya sih mau saja karena dari pagi belum makan.(Mode “numpang makan” : ON)

Soto ayam ini dari penampilan sih seperti soto ayam madura pada umumnya. Bedanya sang pembuat soto mengganti so’un yang biasa dicampurkan pada soto madura dengan bihun dan menambahkan perkedel kentang dalam soto buatannya. Tampilannya cukup menggiurkan setelah ditambahkan sambal yang pedas hhmm… membuat saya tak sabar untuk menyantapnya. Soto ini rasanya lumayan pas, bumbunya tidak begitu menyengat tapi gurih.

Saya tanya apa nama soto buatannya ini? Sang pembuat soto tanpa basa basi dan asal saja menyebutkan nama soto buatannya ini adalah SOTO PELACUR. Hahaha… lucu juga namanya,  sang pembuat soto ini memang mempunyai rasa humor yang tinggi. Soto Pelacur ini disajikan panas-panas dengan sepiring nasi putih memang benar-benar nikmat dan membuat saya sangat menikmati tiap tetes kuah soto ini.

Soal harga soto ini tergolong cukup murah diantara soto-soto lainnya. Semangkuk SOTO PELACUR + sepiring nasi putih + segelas air dingin dan KERIPIK PELACUR ini hanya dihargai dengan meminjamkan sebuah modem Huawei E220 saya kepada sang pembuat soto selama 2 hari. Hahahahah…. benar-benar sangat murah dan terjangkau.

Tidak lupa juga saya mengucapkan terimakasih kepada sang pembuat soto Yohan Setiadi, untuk semangkuk SOTO PELACUR yang panas dan nikmat…

*) Sang pembuat soto tidak mau diekspos fotonya dalam blog saya, jadi saya terpaksa menghapus foto sang pembuat soto.

February 9, 2009

Lunch with my Big Family in Kuningan…

Filed under: Kuliner — chencrb1905 @ 5:35 pm

Sebenernya saya telat untuk bikin e-comic tentang kegiatan waktu saya pulang ke cirebon merayakan Tahun Baru Imlek karena belum dapet foto-fotonya, tadi siang saya baru dapat foto-fotonya dari FS (Friendster) salah satu saudara saya. Berikut liputannya :

page_12page_24page_32page_43page_51

February 1, 2009

Acara makan-makan di Atmosphere Resto & Cafe

Filed under: Kuliner — chencrb1905 @ 9:05 pm
berdiskusi tempat makan yang akan di kunjungi.

berdiskusi tempat makan yang akan di kunjungi.

Acara makan-makan tgl 1 Februari 2009 dimulai malam hari setelah pulang kerja

Acara makan-makan tgl 1 Februari 2009 dimulai malam hari setelah pulang kerja

page_2

page_31

page_4

page_5

January 9, 2009

Gathering Felice BSM

Filed under: Kuliner — chencrb1905 @ 7:48 pm

 

Bagi penggemar kuliner, Seafood di Jl. Cilaki ini patut di coba

Bagi penggemar kuliner, Seafood di Jl. Cilaki ini patut di coba

Sebenarnya Gathering ini sudah berlangsung lama saya sudah lupa tepatnya kapan, baru kali ini saya tulis dalam blog ini, sekalian test hasil buatan menggunakan comiclife.

Blog at WordPress.com.