Blognya Fendi a.k.a chencrb

July 9, 2009

Hunting foto di Cirebon (Part-1)

Filed under: Fotografi — chencrb1905 @ 11:37 pm
working hard under the heat of the sun

working hard under the heat of the sun

At the sea shore

At the sea shore

It's fishing time

It's fishing time

Sunset at kejawanan harbour

Sunset at kejawanan harbour

can u eat the sun ?

can u eat the sun ?

Beberapa hari yang lalu saya pulang ke Cirebon karena sudah lama tidak mengunjungi Cirebon. Ya sekedar melepas kepenatan dan mencicipi kuliner khas Cirebon yang sudah lama tidak saya makan. Di Bandung saya kesulitan mencicipi kuliner khas Cirebon yang benar-benar enak.

Karena bertepatan dengan ajang Pilpres, saya pun menyempatkan untuk men-”contreng” pada tanggal 8 Juli 2009 kemaren. Pilpres kali ini saya rasa tidak semeriah pilpres jaman orde baru, terlihat saat saya mendatangi TPS untuk men-”contreng” sangat sepi.

Tujuan utama saya pulang ke Cirebon bukan untuk mengikuti ajang Pilpres, melainkan untuk memenuhi hasrat hoby baru saya yaitu fotografi. Sebelum berangkat menuju Cirebon, saya sudah menyiapkan perlengkapan fotografi saya dan target kali ini yang saya pilih Pelabuhan Kejawanan.

Pelabuhan Kejawanan terdapat di jalan Kalijaga dan merupakan pelabuhan ikan. Selama 2 hari saya bereksplorasi di lokasi ini dan sangat menguji kesabaran saya karena objek foto yang sangat minim dan cuaca yang sangat panas cukup membuat saya sangat gerah. Saya pun harus bisa bersabar menunggu waktu yang tepat untuk pengambilan gambar, seperti yang saya inginkan (Siang berawan dan matahari terbenam).

Salam jepret !!!

June 30, 2009

Konro bakar yang sangat menggoda…

Filed under: Kuliner — chencrb1905 @ 7:47 pm
Konro Bakar RM. Sulawesi

Konro Bakar RM. Sulawesi

Pesen konro bakar 1 porsi + nasi putih…

Konro bakar merupakan masakan asli Indonesia yang berasal dari tradisi Bugis dan Makassar. Konro bakar ini terdiri dari daging iga sapi yang masih menempel pada tulangnya lalu dibakar dan disajikan dengan kuah dengan warna coklat kehitaman yang diolah dengan rempah-rempah dan ditambah dengan sambal bumbu dan sambal untuk kuah + jeruk lemon. Hmm… rasanya menurut saya sangat unik dan membuat saya penasaran untuk mencobanya beberapa kali.  Di bandung saya sudah mencoba beberapa tempat yang menyajikan menu konro bakar ini dan menurut saya konro bakar dari Rumah Makan Sulawesi (di jalan setiabudi-Bandung) yang paling enak dan sangat terasa rempah-rempahnya. Sudah beberapa kali saya makan konro bakar di tempat ini dan rasanya pun masih tetap sama dan membuat saya ketagihan. Bagi anda yang ingin mencoba masakan dengan rasa bumbu rempah-rempah yang sangat enak ini, saya sarankan anda mencoba konro bakar ini.

Selamat berwisata kuliner…

June 28, 2009

“Seafood Cilaki” again..

Filed under: Fotografi, Kuliner — chencrb1905 @ 11:31 pm

Page_1Page_2

June 24, 2009

Braga tempo doeloe dan sekarang

Filed under: Fotografi — chencrb1905 @ 12:10 am
Bragaweg tempo doeloe

Bragaweg tempo doeloe

Jalan Braga - 23 Juni 2009

Jalan Braga - 23 Juni 2009

Penjual lukisan sepanjang jalan braga

Penjual lukisan sepanjang jalan braga

Toko Buku Djawa

Toko Buku Djawa

Bangunan yang masih mempertahankan arsitektur lama masa hindia belanda

Bangunan yang masih mempertahankan arsitektur lama masa hindia belanda

Beberapa rumah dalam 1 atap bernuansa arsitektur jaman hindia belanda

Beberapa rumah dalam 1 atap bernuansa arsitektur jaman hindia belanda

Siapa yang tak kenal Jalan Braga? Salah satu nama jalan yang terkenal dan menjadi icon kota Bandung di masa lampau dan sekarang.  “Asal-usul nama Braga sendiri masih tidak jelas sampai saat ini. Perubahan nama Pedatiweg Bragaweg mungkin akibat ketenaran Toneelvereniging Braga, yang didirikan di Pedatiweg, pada tanggal 18 Juni 1882, oleh Asisten Resimen Priangan, Pieter Sijthoff. Kemungkinan lain, nama Braga berasal dari kata Ngabaraga yang artinya “berjalan di sepanjang sungai” yang memang letaknya berdampingan dengan sungai Cikapundung”. *)

Menurut beberapa sumber berita dari internet yang saya baca, jalan “Bragaweg” pada ada saat jaman penjajahan dulu sangat ramai dikunjungi karena pada saat itu banyak usahawan dari Belanda yang membuka toko-toko pakaian yang bernuasa Paris, selain itu juga terdapat beberapa bar dan restoran. Kini kawasan Braga semakin ditinggalkan seiring dengan banyaknya factory outlet dan pusat perbelanjaan modern. Oleh karena itu maka pemerintah kota Bandung merevitalisasi jalan di kawasan Braga ini dari aspal dirubah menjadi batu andesit. Tapi menurut saya tetap tidak berpengaruh banyak, meskipun kalau siang banyak kendaraan lalu lalang dikawasan tersebut sehingga membuat kemacetan disekitar jalan Braga tersebut. Mungkin karena banyak toko-toko pakaian yang tutup sehingga kawasan ini menjadi sepi peminat. Menurut saya, salah satu cara untuk membangkitkan kehidupan dikawasan ini lagi adalah dengan membuka kembali toko-toko tersebut dengan merek-merek terkenal sehingga tidak kalah pamor dengan beberapa factory outlet yang tersebar di Bandung.

Tadi siang saya dan rekan saya menyempatkan untuk hunting foto dikawasan yang dulu bernama “Bragaweg”. Masih banyak bangunan dengan nuansa arsitektur lama pada jaman Hindia Belanda, membuat saya makin bersemangat untuk hunting foto meskipun matahari siang tadi sangat terik.

*) Sumber dari http://bandungtempodulu.com/identitas_kota/kawasan_braga.html

June 15, 2009

Observatorium Bosscha – 1923

Filed under: Fotografi — chencrb1905 @ 10:21 pm
Observatorium Bosscha - Lembang

Observatorium Bosscha - Lembang

K.A.R Bosscha copy

Observatorium Bosscha (Bangunan Utama)

Observatorium Bosscha (Bangunan Utama)

Hari ini saya dan beberapa teman saya pergi hunting foto, target kali ini adalah Observatorium Bosscha – Lembang. Lumayan hasilnya ada peningkatan, ini dikarenakan cuacanya juga sangat mendukung. Ini kali pertamanya saya mengunjungi Observatorium Bosscha , walaupun saya tidak dapat melihat langsung teropong bintangnya. Untuk masuk dan melihat teropong bintang harus ada ijin dan minimal jumlah pengunjungnya -+20 orang. Suasana disana sangat asri dan sejuk, membuat saya semakin semangat untuk bereksplorasi dengan kamera DSLR saya.

Sedikit cerita tentang K.A.R. Bosscha yang saya kutip dari (http://id.wikipedia.org/wiki/Karel_Albert_Rudolf_Bosscha)

Karel Albert Rudolf Bosscha (Den Haag, 15 Mei 1865Malabar Bandung, 26 November 1928) merupakan orang yang peduli terhadap kesejahteraan masyarakat pribumi pada masa itu dan juga merupakan seorang pemerhati ilmu pendidikan khususnya astronomi.

Pada bulan Agustus 1896 Bosscha mendirikan Perkebunan Teh Malabar. Dan pada tahun-tahun berikutnya, ia menjadi juragan seluruh perkebunan teh di Kecamatan Pangalengan. Selama 32 tahun masa jabatannya di perkebunan teh ini, ia telah mendirikan dua pabrik teh, yaitu Pabrik Teh Malabar yang saat ini dikenal dengan nama Gedung Olahraga Gelora Dinamika dan juga Pabrik Teh Tanara yang saat ini dikenal dengan nama Pabrik Teh Malabar.

Pada tahun 1901 Bosscha mendirikan sekolah dasar bernama Vervoloog Malabar. Sekolah ini didirikan untuk memberi kesempatan belajar secara gratis bagi kaum pribumi Indonesia, khususnya anak-anak karyawan dan buruh di perkebunan teh Malabar agar mampu belajar setingkat sekolah dasar selama empat tahun. Pada masa kemerdekaan Indonesia, nama sekolah ini berubah menjadi Sekolah Rendah, kemudian berubah lagi menjadi Sekolah Rakyat. Dan diganti lagi menjadi Sekolah Dasar Negeri Malabar II hingga saat ini.

Pada tahun 1923, Bosscha menjadi perintis dan penyandang dana pembangunan Observatorium Bosscha yang telah lama diharapkan oleh Nederlands-Indische Sterrenkundige Vereeniging (NISV). Kemudian ia bersama dengan Dr. J. Voute pergi ke Jerman untuk membeli Teleskop Refraktor Ganda Zeiss dan Teleskop Refraktor Bamberg. Pembangunan Observatorium Bosscha selesai dilaksanakan pada tahun 1928. Namun ia sendiri tidak sempat menyaksikan bintang melalui observatorium yang didirikannya karena pada tanggal 26 November 1928 ia meninggal beberapa saat setelah dianugerahi penghargaan sebagai Warga Utama kota Bandung dalam upacara kebesaran yang dilakukan Gemente di Kota Bandung.

Selama hidupnya, Bosscha memilih untuk tidak menikah. Pada akhir hayatnya, karena kecintaannya pada Malabar, beliau meminta agar jasadnya disemayamkan di antara pepohonan teh di Perkebunan Teh Malabar.

June 10, 2009

Masase atau Massage?

Filed under: Fotografi, Uncategorized — chencrb1905 @ 10:58 pm

masase

Perhatikan gambar diatas, apakah anda menemukan tulisan yang salah?

June 9, 2009

Pesawat militer minta korban lagi…

Filed under: Fotografi, Uncategorized — chencrb1905 @ 9:09 pm
Pesawat yang saya foto dari luar bandara Husein Sastranegara-Bandung

Pesawat yang saya foto dari luar bandara Husein Sastranegara-Bandung

Sejak peristiwa jatuhnya pesawat Fokker milik TNI AU di bandara Husein Sastranegara Bandung pada awal April, sebulan setelahnya jatuh lagi pesawat Hercules milik TNI AU, dan tiba-tiba beberapa hari yang lalu muncul di televisi tentang jatuhnya Helikopter milik TNI. Dalam 3 bulan terakhir ini sudah 3 jenis pesawat militer Indonesia memakan korban. Peristiwa jatuhnya pesawat militer seperti menjadi trend saat ini. Ada apa sebenarnya dengan pesawat militer yang kita miliki? Apakah jatuh karena faktor cuaca atau faktor usia pesawat atau faktor “Human Error”? Kalangan militer Indonesia sudah 3 bulan ini berduka atas jatuhnya pesawat-pesawat militernya. Oh yah dulu juga pernah ada kejadian serupa pada pesawat komersil, seperti pesawat dari maskapai Garuda Airlines yang jatuh di Jogjakarta, pesawat dari maskapai Mandala  Airlines yang jatuh di Medan, pesawat dari maskapai Adam Air yang jatuh dan hilang di perairan Majene. Sungguh mengerikan…

Note: Hari ini tanggal 12 Juni 2009 diberitakan bahwa Helicopter Puma milik TNI AU jatuh lagi di Bogor. Berarti sudah 4 pesawat militer jatuh dalam kurun waktu 3 bulan. Besok-besok jenis pesawat militer apalagi yang meminta korban?

June 5, 2009

Lampu tempo doeloe

Filed under: Fotografi, Uncategorized — chencrb1905 @ 8:33 pm
Lampu minyak tanah tempo doeloe

Lampu minyak tanah tempo doeloe

Foto ini diambil saat saya bersama beberapa teman saya pergi makan di Tahu Bandung-Lembang, disana terdapat sebuah toko pernak pernik yang menjual barang-barang tempo doeloe, seperti gelas yang terbuat dari seng, kurungan ayam, celengan berbentuk ayam (tempat menyimpan uang logam yang terbuat dari tanah liat) dan salah satunya adalah lampu tempel ini. Mengingatkan saya pada jaman era tahun 80-an dan 90-an. Lampu tempo doeloe ini menggunakan minyak tanah serta sumbu api untuk menyalakannya dan dapat ditempelkan di dinding rumah. Era millenium sekarang ini, lampu tersebut sudah jarang ditemukan. Mungkin karena sekarang sudah banyak yang beralih ke lampu bertenaga listrik atau baterai.

Bunga ditepi jalan…

Filed under: Fotografi — chencrb1905 @ 7:21 pm
Canon EOS 1000D / Rebel XS, 88 mm, ISO 400, 1/250 sec, F4.0, +0.0 EV, EF 70-300mm

Canon EOS 1000D / Rebel XS, 88 mm, ISO 400, 1/250 sec, F/4.0, +0.0 EV, EF 70-300mm

Hari ini saya dan rekan saya kembali “hunting foto” dan target kita hari ini ke Villa Istana Bunga. Tidak terlalu banyak saya foto, karena kondisi cuaca yang sore tadi tidak bersahabat (hujan rintik-rintik).  Berikut data foto diatas :

  • Camera : Canon EOS 1000D/ Rebel XS
  • Shutter speed : 1/250
  • Aperture : F/4.0
  • ISO speed: 400
  • Focal length : 88 mm
  • Exposure program : Aperture-prority AE
  • Metering mode : Center-weighted average

Jika ada kritik dan saran silahkan anda tulis di comment, dan sangat saya harapkan karena dari comment itulah saya bisa belajar lebih baik lagi. Kalaupun jelek ya harap maklum karena saya pun baru belajar fotografi.

June 3, 2009

Hunting di Dago Pakar

Filed under: Fotografi — chencrb1905 @ 10:55 pm
Canon EOS 1000D / Rebel XS  with Lens EF-S18-55mm f/3.5-5.6 IS

Canon EOS 1000D / Rebel XS with Lens EF-S18-55mm f/3.5-5.6 IS

Hari ini saya dan rekan saya “hunting foto” bareng, kali ini kita mengambil lokasi di Dago Pakar. Karena disana cukup banyak pemandangan landscape yang bagus. Inilah sedikit oleh-oleh hasilnya yang didapat dan sudah di edit sedikit dengan Photoshop 7. Mohon saran dan kritiknya untuk foto tersebut, supaya saya bisa memperbaiki atau mempertahankan teknik fotografi saya. Maklum masih pemula nih… thx..

« Previous PageNext Page »

Blog at WordPress.com.